Iklan PoldaIklan Pajak
You Are Here: Home » Sportlight » All Sports » Inilah Daftar Petinju yang Meninggal Usai Bertanding

Inilah Daftar Petinju yang Meninggal Usai Bertanding

Inilah Daftar Petinju yang Meninggal Usai Bertanding

TERAS-MEDAN, Jakarta – Meninggalnya petinju muda, Okson Edison menjadi pukulan telak bagi dunia tinju Indonesia. Sudah ada 29 petinju yang meninggal usai bertanding. Indonesia pernah dilarang melaksanakan pertandingan tinju oleh WBC karena banyaknya petinju yang meninggal pada kurun 2000-2004.

Tak banyak media massa yang memberitakan meninggalnya petinju Okson “Palue” Edison Ingamiua, 19 tahun, di sebuah rumah sakit di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu 21 November 2012 lalu. Ia meninggal diduga karena pembuluh darah otaknya pecah menyusul cedera setelah pertandingan di Kupang. Sedikitnya 29 petinju Indonesia meninggal setelah bertanding, sejak Jimmy Koko pada 1948.

Petinju binaan Rokatenda Boxing Camp Sidoarjo, Jawa Timur, itu bertanding melawan Jerry George Toisita dari Wiem Sapulette Boxing Camp Tangerang, Banten, dalam pertandingan enam ronde. Keduanya terlibat pertarungan sengit disertai “jual-beli” pukulan selama enam ronde itu.

Tak ada yang aneh hingga pertarungan partai tambahan kejuaraan WBO Asia-Pasifik itu usai. Okson malah sempat menyaksikan partai utama dan berteriak-teriak memberi dukungan terhadap rekan satu sasananya, Tommy Seran, melawan petinju Filipina, Jason Rotani.

Di tengah-tengah pertarungan itulah, Okson, yang ada di dekan sudut ring Tommy, tiba-tiba lemas, lalu terjatuh. Dokter pertandingan segera memberi pertolongan, kemudian Okson dilarikan ke rumah sakit. Setelah sempat dirawat, ia lantas diperbolehkan pulang. Okson sempat berniat kembali ke Sidoarjo tapi tak jadi karena kondisi fisiknya mendadak drop dan kembali dilarikan ke rumah sakit.

Upaya paramedis rumah sakit mempertahankan nyawanya gagal saat Rabu pagi lalu Okson mengembuskan napas terakhir. Ini kematian petinju muda yang mengenaskan.

Dibawah daftar para petinju yang tewas usai bertinju diatas ring :

1948, Surabaya: Jimmy Koko (melawan Meyer)
1950, Surabaya: Rocky Wang/Ricky Huang (VIC Suatman)
1959, Surabaya: Robby Pav (Mohammad Yali)
1961, Sarono (Tan Hwa Soei)
1978, Bandung: Atjeng Jim (Kai Siong)
1979, Nasir Kitu (tak tercatat siapa lawannya)
1980, Syamsul Bachri (tak tercatat siapa lawannya)
1984, Jakarta: Domo Hutabarat (Dadang Krinsa)
1985, Suryanto (tak tercatat siapa lawannya)
1987, Jayapura: Agus Souissa (Michael Arthur)
1988, Blitar: Wahab Bahari (Hudi)
1988, Suryanto (John Bonnex)
1990, Bontang: Bongguk Kendy (Bisenti Santoso)
1993, Jakarta: Yance Samangun (Mahmud)
1995, Jakarta: Akbar Maulana (Bugiarso)
2000, Jakarta: Dipo Saloko (Roy Saragih)
2000, Belawan: Bayu Young Iray (Herianto Kalam)
2001, Bekasi: John Namtilu (Hasan Purba)
2001, Cibinong: Muhammad Alfaridzi (Kongthawat Ora Sorkiti)
2001, Manado: Donny Maramis (Stenly Kalalo)
2003, Jakarta: Johannes “Bones” Fransiscus (Slamet Nizar)
2003, Sumatera Utara: Mula Sinaga/amatir (Asahan Tuerino)
2004, Jakarta: Antonius Jonathan Mosse (Kaichon sor Vorapin)
2004, Purwokerto: Jack Ryan (Syamsul Hidayat)
2005, Jakarta: Hendrik Bira (Mones Arepas)
2006, Manado: Fadly Kasim (Jibril Soamole)
2007, Jakarta: Anis Dwi Mulya (Irvan Bone)
2012, Jakarta: Muhammad Afrizal (Irvan Barita Marbun)
2012, Kupang: Oxon Palue (Gerry Gio Tuista). (tmp/b)

Social Share Toolbar

Share

Leave a Comment

© 2013 TerasMedan.com

Switch to our mobile site

Scroll to top