Iklan PoldaIklan Pajak
You Are Here: Home » Deli Kini » Inilah Peta Kekuatan Calon Gubernur Sumatera Utara

Inilah Peta Kekuatan Calon Gubernur Sumatera Utara

Inilah Peta Kekuatan Calon Gubernur Sumatera Utara

TERAS medan, Medan – Proses pemilihan kepala daerah atau Gubernur Sumatera Utara periode 2013 – 2018 sedang dalam proses berlanjut. Ada lima pasangan heterogen yang bertarung dalam Pilkada Sumut 2013 mendatang. Mereka adalah :

1. Pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho (Plt Gubernur Sumut – petahana) – T Erry Nuradi (Bupati Serdang Bedagai). Didukung partai PKS, Hanura, PBR, Patriot dan PKNU. Jumlah kursi 17 kursi.

2. Pasangan Gus Irawan Pasaribu (mantan Dirut bank Sumut) – Soekirman (wakil Bupati Serdang Badagai). Didukung partai Gerindra, PAN, bersama 21 partai kecil. Total perolehan suara sah 23 persen.

3. Pasangan Chairuman Harahap (DPR RI) – Fadly Nurzal (Ketua PPP Sumut). Didukung partai Golkar, PPP, Republikan, PPPI dan Partai Buruh. Total jumlah kursi, 20 kursi

4. Pasangan Amry Tambunan (Bupati Deli Serdang) – RE Nainggolan (mantan Sekda Prov Sumut) hanya diusung partai Demokrat yang memiliki 27 kursi.

5. Effendi Simbolon (DPR RI) – Djumiran Abdi (mantan komisioner KPUD Sumut) diusung PDIP, PPRN, dan PDS yang berakumulasikursi total 21 kursi.

Dari lima calon Gubernur Sumut, rata-rata semua didukung partai lima besar perolehan kursi dan suara. Hanya satu calon yang didukung suara sedang (Gerindra dan PAN) plus akumulasi partai kecil. Empat lainnya didukung kekuatan partai besar, seperti partai Demokrat, Golkar, PDIP dan PKS,PPP.

Pengamatan hasil suara sah dan perolehan kursi pada Pemilu 2009 lalu, seluruh partai yang bertarung tak satu pun capaian suara lebih dari 30 persen. Apalagi kondisi saat ini beberapa partai yang dulu unggul berdasarkan survey terakhir mengalami keanjlokan performance dan dukungan rakyat.

Melirik perolehan kursi di DPRD Sumut, partai Demokrat yang menguasai total wilayah kabupaten/kota (11 kabupaten/kota) ternyata di DPRD Sumut partai Golkar lebih unggul dalam perolehan kursi. PDIP dan PKS anjlok perolehan kursi di DPRD Sumut, juga PPP.

Kondisi ini bisa diartikan kalau dalam pertarungan Pilkada Sumut 2013 mendatang kekuatan suara partai boleh dikatakan rata-rata sama kekuatannnya.

Analisis dan evaluasi wilayah, cakupan politik partai sesuai dengan kondisi geografi, sosial dan etnik cukup berperan mendulang suara. Umumnya, wilayah pantai timur dikuasai Golkar dan PPP, wilayah tengah dikuasai Golkar dan PDIP. Demokrat sebagai partai pemenang pemilu juga berada diantara partai tersebut.

Jadi dalam representasi kekuatan politik, pengaruh etnik juga tak bisa diabaikan. Peta kekuatan etnik Melayu berada di sepanjang pesisir pantai timur, Asahan, Labuhan Batu, Langkat. Kekuatan etnik Mandailing – Sipirok di wilayah Tabagsel, Palas, Paluta dan Madina. Uniknya, etnik Jawa menguasai hampir seluruh komponen wilayah. Utamanya kawasan perkebunan yang ada, jumlah mencapai 30 persen lebih populasi Sumut.

Jelasnya calon Gubernur seperti Gus Irawan Pasaribu dan Chairuman Harahap, akan bersaing ketat mendulang suara di Tabagsel dan Madina. Untuk wilayah bagian Tengah dan Utara akan diperebutkan oleh RE Nainggolan dan Effendi Simbolon, juga Amry Tambunan. Pertarungan dulang suara etnik Melayu akan berhadapan antara Fadly Nurzal Pohan denhgan Tengku Erry Nuradi.

Suara etnik Jawa, akan diperebutkan calon Soekirman, Djumiran Abdi dan Gatot Pujo Nugroho. Namun dari prediksi yangh ada, Soekirman berpeluang besar mendulang suara. Alasannya, Soekirman mempunyai basis massa hingga grass root dan juga aktif di Pujakesuma. Sementara Gatot Pujo Nugroho, tak mempunya basis akar karena masih dianggap sebagai Jawa “pendatang”. Sedangkan Djumiran Abdi, boleh dikatakan lemah dalam konteks akar.

Begitu pun, bisa jadi dalam pendulangan suara antar etnik bisa saling mencuri karena faktor kekerabatan dan kemajemukan etnik yang ada.

Serunya, hampir semua calon Gubernur Sumut ini berbasis Islam dan hanya dua Keristen. Suara Islam akan pecah konsentrasinya ke empat pasangan calon, karena walau ada Muhammadiyah, Al Washiliyah dan NU, tapi diantara pasangan memang berbasis disana. Tinggal pengaruh ketokohan dan keaktifan calon menyambangi kaum ini.

Calon wakil Gubernur, RE Nainggolan yang didukung Demokrat dan calon Gubernur, Effendi Simbolon yang didukung PDIP akan bersaing ketat memperebutkan suara Keristen. Walau sebagian juga ada yang memilih figur diluar keduanya.

Walau pun kelima calon dalam data yang ada mempunyai peluang yang sama kuatnya. Namun prediksi yang terlihat dari peta dukungan, hanya tiga calon yang bersaing ketat, yaitu pasangan calon Gus Irawan-Soekirman, pasangan Gatot Pujo Nugroho-T Erry Nuradi, dan pasangan Amry Tambunan-RE Nainggolan. Buakan berart pasangan Chairuman dan Effendi Simbolon tak menjadi perhitungan.

Ketiga pasangan ini berupaya menang di putaran pertama pilkada Sumut mendatang. Alasannya, sederhana saja selain tidak menguras tenaga tapi juga tak akan menguras tambahan pundi-pundi baru. Disini pun, ada prediksi kalau pasangan calon Gatot Pujo Nugroho dan pasangan calon Amry Tambunan, sangat menginginkan pasangan calon Gus Irawan “keok” di putaran pertama. Di putaran kedua, prediksinya, akan memudahkan pasangan Amry untuk menaklukkan pasangan Gatot.

Prediksi diatas sebagai gambaran peta kekuatan politik dan suara sah, tapi yang terpenting dari para calon ini adalah bagaimana konsolidasi kekuatan, penggalangan massa dan program untuk rakyat Sumatera Utara yang paling menentukan. apalagi rumor yang ada, mesin politik parpol sekarang terpecah kondisinya yang dualisme, konflik internal partai bisa jadi akan stagnan dalam mengeksploitasi suara untuk calon dukungannya.

Loyalitas dan militansi para calon sangat menentukan pola pendulangan suara yang sangat majemuk ini. Parpol sepertinya bergeming. Contohnya, rumor pencalonan dari partai Demokrat, partai PDIP, Golkar, PDS sangat memprihatinkan akan larinya suara dan dukungan kader partai. Ini fakta realitas yang ada.

Jadi tim sukses pemenangan calon sangat urgen dan berperan penting hingga kekuatan saksi untuk pengamanan suara di TPS sangat diperlukan. Bahkan pengamanan suara di tingkat PPK harus dijaga ketat. Utamanya antisipasi pola serangan fajar antar sesama pesaing untuk duduk di kursi Sumut 1. Selamat bertanding, kawan! (Bambang Soed)

Social Share Toolbar

Share

Comments (1)

Leave a Comment

© 2013 TerasMedan.com

Switch to our mobile site

Scroll to top