Iklan PoldaIklan Pajak
You Are Here: Home » Headline » Ooh! Kata Angie: “Innalilahi Wainnailaihi Rojiun”

Ooh! Kata Angie: “Innalilahi Wainnailaihi Rojiun”

Ooh! Kata Angie: “Innalilahi Wainnailaihi Rojiun”

KPK Tuntut Uang Negara Rp33 Miliar Dikembalikan Berdasar Konvensi PBB

TERAS-MEDAN.com, Jakarta – Terdakwa kasus suap pembahasan anggaran universitas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan anggaran sarana prasarana olah raga di Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Angelina Sondakh mengaku kecewa atas tuntutan 12 tahun penjara oleh Jaksa KPK.

“Innalilahi Wainnailaihi Rojiun,” kata Angelina Sondakh usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 20 Desember 2012.

Angie yang mengenakan kemeja putih dan rok abu-abu itu tak kuasa menahan kekecewaanya atas tuntutan penuntut umum. Mantan Wasekjen Partai Demokrat itu pun langsung memeluk ayahnya, Lucky Sondakh yang setia mendampingi Angie selama persidangan.

Saat ditanya tentang materi pembelaan yang akan disampaikannya pada sidang lanjutan tanggal 3 Januari mendatang, istri mendiang Adjie Massaid itu juga tidak bersedia berkomentar. “Astaghfirullahal Adzim,” ujar Angie.

Ayah Angie, Lucky Sondakh menilai bahwa tuntutan Jaksa kepada Angie tidak sesuai dengan fakta persidangan yang ada. Oleh sebab itu, Angie pantas kecewa. “Sebenarnya kalau dilihat tuntutan itu kan harusnya berdasarkan bukti dan fakta hukum bukan berdasrkan omongan Nazar atau siapa,” kata Lucky.

Meski demikian Lucky berharap majelis hakim punya pertimbangan lain atas tuntutan Jaksa dengan berdasarkan fakta-fakta persidangan. Dia juga yakin anaknya dapat tegar menghadapi itu semua. “Secara psikologis dia sanggup menghadapi cobaan. Kita berharap majelis hakim bisa melihat fakta dan bukti hukum yang muncul di persidangan. Nanti kita akan sampaikan oleh bu Angie dan PH dalam pledoinya. Doakan saja,” terang Lucky.

Sementara itu, kuasa hukum Angie, Teuku Nasrullah menganggap tuntutan Jaksa tidak sesuai dengan fakta-fakta persidangan. “Suatu tuntutan yang tidak berdasarkan fakta persidangan. Seolah-olah Angie terlibat. Keterangan saksi-saksi diabaikan,” tegas Nasrullah.

Seperti diketahui, Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya menuntut Angelina Sondakh dengan hukuman 12 tahun bui, tapi Anggota Komisi X DPR juga diminta untuk membayar uang pengganti Rp500 juta dan mengembalikan uang hasil korupsi kepada negara sebesar Rp12,85 miliar dan US$2,35 juta atau sekitar Rp21 miliar.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, mengatakan tuntutan pengembalian uang ke negara yang mencapai Rp33 miliar oleh Angie merupakan uang yang diduga merupakan bagian yang seharusnya digunakan untuk pembangunan di Kementerian Pendidikan Nasional.

“Jadi dalam dakwaan Jaksa KPK digunakan Pasal 18. Artinya terdakwa ini dituntut mengganti kerugian keuangan negara yang harus dikembalikan. Karena yang dia terima itu bagian yang harusnya digunakan pembangunan Kemendiknas,” kata Johan Budi di kantornya, Kamis 20 Desember 2012.

Konvensi PBB

Menurut Johan, penerapan pasal 18 dalam perkara Angie merujuk pada konvensi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) tahun 2003 tentang ketentuan PBB dalam melawan korupsi dan telah diratifikasi ke dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2006 tentang penyitaan hasil kejahatan.

Di dalamnya menyatakan pelaku tindak pidana korupsi harus ada proses perampasan dalam kaitan dengan korupsi itu sendiri. “Ratifikasi itu yang kemudian diterapkan dalam kaitan pasal 18 itu,” ujar Johan.

Johan menambahkan, penggunaaan pasal 18 ini sudah beberapa kali digunakan KPK untuk menjerat pelaku tindak pidana korupsi. Untuk kesekian kalinya pasal itu kembali digunakan KPK untuk menjerat Angelina Sondakh. “Sejauh mana penerapan pasal ini bisa digunakan atau tidak, ini kembali ke hakim yang memutuskan,” katanya.(vv/b)

Teks Foto:
SIDANG TUNTUTAN ANGIE. Terdakwa kasus dugaan suap kepengurusan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan Nasional Angelina Sondakh (kiri) didampingi ayahnya (kanan) berbicara dengan kuasa hukumnya usai pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (20/12). JPU menuntut perempuan yang kerap disapa Angie tersebut dengan pidana penjara 12 tahun dan denda Rp 500 juta, subsidair 6 bulan penjara. FOTO ANTARA/Rosa Panggabean/12. FOTO ANTARA/Rosa Panggabean.

Social Share Toolbar

Share

Leave a Comment

© 2013 TerasMedan.com

Switch to our mobile site

Scroll to top