Iklan PoldaIklan Pajak
You Are Here: Home » Deli Kini » Ssst!!! Inilah Kekayaan Cagub 2013

Ssst!!! Inilah Kekayaan Cagub 2013

Ssst!!! Inilah Kekayaan Cagub 2013

Beberapa Calon Belum Terdata

TERAS-MEDAN, Jakarta – Walau daftar kekayaan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara belum disampaikan secara resmi oleh KPU Sumut. Namun, dari data yang tersimpan di Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, semua harta kekayaan para pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumut dapat diungguh.

Berdasarkan pantauan data, harta mantan Dirut Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu paling banyak dan terkaya. Posisi harta terbanyak calon wakil Gubernur Sumut ada ditangan T. Erry Nuradi (Bupati Serdang Bedagai).
Anehnya, anggota DPR RI, Effendi Simbolon hartanya belum pernah terdata di KPK dan tidak ada dalam database Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) . Padahal ini syarat utama untuk maju dalam pertarungan Pilkada Sumut 2013.

Sementara, calon wakil Gubernur Sumut, Djumiran Abdi yang berpasangan dengan Effendi Simbolon juga belum terdata harta kekayaannya di KPK. Mungkin bagi Djumiran ini pertama kali dirinya mendaftarkan harta kekayaannya. Itu pun secara dadakan karena mendapat “anugerah’ didapuk jadi calon wakil Gubernur Sumut.
Sedangkan keempat calon Gubernur Sumut lainnya, seperti Amry Tambunan, Chairuman Harahap, Gatot Pudjo Nugroho, semuanya sudah pernah melaporkan hartanya ke KPK.

Data data diatas bisa dilihat dan diakses oleh khalayak merupakan data harta yang sudah melalui proses verifikasi oleh KPK.

Dari data yang ada disebutkan beberapa calon Gubernur Sumut yang telah melaporkan harta kekayaannya, antara lain :
Gus Irawan Pasaribu (mantan Dirut Bank Sumut)

Laporan harta kekayaan terakhirnya per 28 Februari 2008, tercatat total harta kekayaannya berjumlah Rp13.408.740.000 dan USD 6.004. Untuk harta dalam bentuk tanah dan bangunan, ada terdaftar 11 lokasi tanah miliknya, 10 lokasi di antaranya berada di Medan. Yang di Medan di satu lokasi saja, ada yang nilainya Rp1,3 miliar dan ada yang Rp2,445 miliar. Hanya satu lokasi saja di luar Medan, yakni di Tapanuli Selatan, yang nilainya hanya Rp150 juta.

Gus Irawan, pertama kali mendaftarkan harta kekayaannya pada 30 Juni 2001, disebut harta kekayaannya berjumlah Rp617.533.000. Dari perbandingan kedua laporan ini, tampak ada kenaikan signifikan dalam masa delapan tahun, terjadi kenaikan mencapai dua kali lipat.

Chairuman Harahap (anggota DPR RI dari Partai Golkar)

Berdasarkan data yang masuk ke KPK dan dilaporkan pada13 Maret 2003, tercatat total harta kekayaannya sebanyak Rp6,9 miliar. Namun, sebagian besar merupakan harta warisan yang mencapai Rp4,425 miliar. Harta warisan itu berupa perkebunan yang tersebar di 22 lokasi dan sebuah pertambangan.

Rinciannya, untuk 12 lokasi perkebunan total seluas 97 ha warisan perolehan tahun 1986 dan di 10 lokasi seluas 199 ha perolehan tahun 1987. Sebuah pertambangan seluas 1 ha, warisan tahun 1997 senilai Rp1,5 miliar. (Catatan: Tidak ada keterangan jenis perkebunan dan pertambangan).

Gatot Pudjo Nugroho Plt Gubernur Sumut)

Gatot Pujo Nugroho, yang sebelumnya menjabat wakil Gubernur Sumut dan pernah sebagai Ketua DPW PKS Sumut, melaorkan harta kekayaannya ke KPK pada 30 Januari 2008. Total harta kekayaan yang dilaporkannya Rp562, 8 juta. Ini pun merupakan data lama, sebelum dia menjabat sebagai wagub Sumut.

Amri Tambunan (Bupati Deli Serdang)

Amry Tambunan merupakan Bupati Deli Serdang dua periode yang mendaftar menjadi calon Gubernur Sumut, diusung partai Demokrat. Amry melaporkan harta kekayaannya ke KPK pada 21 Agustus 2006. Total kekayaan bupati Deli Serdang ini bernilai Rp6,33 miliar. Rinciannya, harta tak bergerak, seperti tanah, nilainya Rp1,476 miliar dan surat berharga senilai Rp1,8 miliar. Selain itu, Amri punya piutang Rp2 miliar.

Effendi Simbolon (Anggota DPR RI dari PDIP)

Calon Gubernur Sumatera Utara yang diusung oleh PDIP, PPRN, dan PDS ini sampai saat ini belum melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Tinggal menunggu masuknya total harta kekayaan melalui database LHKPN.

Untuk Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, yang melaporkan harta kekayaannya ke KPK, antara lain :

T Erry Nuradi (Bupati Serdang Bedagai)

Jumlah harta kekayaannya bupati Serdang Bedagai dua periode ini terdata hartanya mencapai total nilai Rp2,78 miliar. Data harta yang dilaporkan per 18 April 2005, harta tidak bergerak calon wakil Gubernur yang berpasangan dengan Gatot Pudjo Nugroho mencapai Rp1,1 miliar.

Soekirman (Wakil Bupati Serdang Bedagai).

Calon wakil Gubernur, Soekirman, melaporkan hartanya pada 3 Maret 2010, dengan total Rp1,78 miliar. Pasangan Gus Irawan yang telah menjabat sebagai wakil Bupati Serdang Bedagai dua periode ini, sebelumnya, pada 20 April 2005, sudah menyerahkan data hartanya ke KPK, dengan total Rp776 juta. Dari kurun sepanjang selama lima tahun, kenaikan jumlah harta kekayaannya secara signifikan naik dua kali lipat.

Fadli Nurzal (Ketua DPW PPP Sumut, Anggota DPRD Sumut)

Ketua DPW PPP Sumut yang menjabat dua periode, Fadli Nurzal, telah melaporkan hartanya pada 31 Desember 2003, senilai Rp280 juta. Namun untuk syarat pencalonan sebagai calon wakil Gubernur Sumut berpasangan dengan Chairuman Harahap ini, belum diketahui berapa kenaikan jumlah harta kekayaannya saat.

RE Nainggolan (Mantan Sekda Provinsi Sumut)

Mantan pejabat birokratis tulen ini, terakhir menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemprov Sumatera Utara, belum diketahui jumlah nilai harta kekayaannya. Belum diketahui persis apakah RE Nainggolan pernah mendaftarkan kekayaannya ke LHKPN KPK.

Djumiran Abdi (Mantan Komisioner KPU Sumut)

Harta kekayaan mantan komisioner KPU Sumut yang pernah mencalonkan diri menjadi anggota DPD RI ini sampai saat ini belum terdata jumlah harta kekayaannya.

Jelasnya dari keseluruhan pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumatera Utara ini akan terdeteksi setelah pengumuman persyaratan utama maju ke pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2013 nanti. Soalnya, ini merupakan syarat utama untuk masuk ke tahapan pencalonan berikutnya. (berbagai sumber)

Social Share Toolbar

Share

Leave a Comment

© 2013 TerasMedan.com

Switch to our mobile site

Scroll to top