Guaido Klaim Didukung Militer, Rusia Minta Ada Negosiasi

Rusia menyebut klaim Juan Guaido raih dukungan militer juga demo besar untuk menggulingkan Nicolas Maduro adalah mengobarkan kekerasan di Venezuela. (Federico PARRA / AFP)

TERAS MEDAN — Rusia menuding pemimpin oposisi pemerintah Venezuela, Juan Guaido telah mengobarkan kekerasan usai menyatakan kelompok militer bergabung dengannya untuk bersama menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Selain itu, Guaido mengumumkan akan mengerahkan masa untuk demonstrasi melawan Maduro secara besar-besaran pada Rabu (1/5). Ia menyebut demonstrasi tersebut akan menjadi yang terbesar dalam sejarah Venezuela.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan penting untuk menghindari pertumpahan darah. Pernyataan ini disampaikan usai Presiden Rusia Vladimir Putin membahas krisis tersebut dengan anggota dewan keamanannya di Kremlin.

“Oposisi radikal di Venezuela sekali lagi beralih ke metode konfrontasi dengan tangan berat,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia dan menuduh lawan politik Maduro telah “memicu konflik”.

“Penting untuk menghindari kerusuhan dan pertumpahan darah,” kata Kemenlu Rusia yang sekaligus mendesak adanya pertemuan dan pembicaraan antara dua pihak tersebut.

“Masalah yang dihadapi Venezuela harus diselesaikan melalui negosiasi bertanggung jawab tanpa pra-kondisi,” kata pernyataan Menlu Rusia yang juga memperingatkan bahwa negara lain tidak boleh mengintervensi krisis tersebut.

Bulan lalu, Moskow mengirim tentara dan peralatan ke Venezuela serta menyatakan mereka akan tetap ada di negara tersebut “selama diperlukan”.

Ketegangan di Venezuela yang dilanda krisis semakin memuncak dan memasuki titik kritis pada tahun ini usai Guaido mengatakan pada Januari lalu bahwa ia adalah presiden di bawah konstitusi. Sebelum pengumuman itu, ia adalah ketua Majelis Nasional yang dikuasai oleh oposisi.

Guaido mengatakan Maduro kembali menjadi presiden dengan cara yang curang pada pemilu tahun lalu.

Kepemimpinan Maduro menghasilkan krisis pada Venezuela dalam beberapa tahun terakhir hingga kekacauan di penjuru negeri akibat kegagalan menyediakan pasokan medis dan kebutuhan dasar sebagian besar penduduknya.

Seiring dengan pernyataan Guaido yang menyebut angkatan bersenjata telah merapatkan barisan kepadanya, pemerintah Venezuela bersumpah akan membatalkan apa pun tindakan yang disebut sebagai upaya kudeta.

Posisi Guaido sendiri diakui oleh Amerika Serikat dan sekitar 50 pemerintahan negara lainnya. Namun Moskow, bersama China, berada di sisi Maduro.

Selain menyebut Juan Guaido mengobarkan kekerasan dan meminta ada perundingan, Rusia juga menyebut Amerika Serikat memiliki niat khusus berupa pergantian rezim di Venezuela.

Share |
error: Content is protected !!