Wow! Facebook Dikecam Munafik Biarkan Penyebar Kebencian

TERAS MEDAN, Medan  – Raksasa media sosial, Facebook dituding munafik karena satu sisi menutup akun individu dan organisasi penyebar kebencian, namun membiarkan ulama Pakistan, Khadim Hussain Rizvi menggunakan Facebook untuk menyebarkan kebencian kepada umat Kristen. Padahal sejumlah pihak telah mendesak platform itu untuk menutup akun Rizvi.

Mengutip Daily Mail, 4 Mei 2019, Facebook telah menutup akun sejumlah pemimpin anti-Semit dan pemimpin Nation of Islam, Lousi Farrakhan, dan nasionalis kulit putih, Paul Nehlen. Facebook beralasan mereka telah melanggar kebijakan untuk tidak membahayakan orang dan organisasi.

Namun Facebook membiarkan Rizvi, pemimpin kelompok ekstrimis Tehreek-e-Labbaik menyebarkan kebencian pada umat Kristen kepada ribuan pengikutnya di media sosial ini.

Rizvi berada di balik aksi demo besar yang menuntut Asia Bibi dihukum mati. Bibi, seorang ibu dengan 5 anak dituding menghina agama Islam dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Pakistan pada tahun 2010. Namun, pengadilan Mahkamah Pakistan membebaskan Bibi dari hukuman tahun lalu.

Pria ini juga yang meneriakkan milisi Islam untuk membunuh seorang Muslim pemilik toko bernama Asad Shah di Glasgow tahun 2016.

Direktur anti-rasisme, Faith Matters, Fiyaz Mughal, melaporkan Rizvi ke Facebook pada November 2017 karena ujaran kebenciannya telah berdampak pada komunitas Inggris Pakistan. Namun, Facebook tidak bertindak dan Rizvi tetap aktif di Facebook hingga hari ini.

“Berapa lama lelucon ini berlanjut ketika Facebook mengatakan yang ini melakukan dan kemudian tidak melakukan? Beapa lama inspirator kekerasan memiliki halaman di Facebook? Pria ini memuja pembunuh seorang warga Inggris yang dituduh mencemarkan,” kata Mughal kepada MailOnline.

“Rasanya kita seperti kembali ke Abad Kegelapan yang barbar dengan Facebook memberikan kita putaran, sementara para pendiri berkumpul di San Fransisko menepis isu ini dengan Humas membuat pernyataan apik,” ujarnya.

Wael Aleji, bekerja di Wilberforce Alliance Foundation menyebut Facebook sebagai platofm yang telah menjadi selokan beracun untuk membenci Kristen dan Semitisme.

“Kelompok ekstrimis seperti Hizbut Thahrir dan Ikhwanul Muslimin sangat aktif di Facebook, keduanya merupakan organisasi maupun individu sebagai anggota,” ujar Aleji mempertanyakan Facebook.

Menurut Aleji, Hizbut Thahrir dan Ikhwanul Muslimin telah dilaporkan beberapa kali, tapi Facebook tidak melakukan apa-apa.

“Saat teman Muslim saya menulis artikel yang mengkritik dengan lunak fundamentalis Islam, Facebook mencabutnya,” ujar Aleji.

Hal ini membuat Aleji menduga-duga apakah Facebook dijalankan oleh milisi Islam.

Gideon Falter, Ketua Kampanye Menentang Anti-Semit menyebut Facebook menjadi tempat nyaman bagi para neo-Nazi, milisi Islam, dan ekstrimis kanan-kiri, menggunakannya untuk menyebarkan racun kebencian pada Yahudi dan banyak orang.

Juru bicara Facebook kepada MailOnline menjelaskan pihaknya bekerja keras untuk menentang ekstrimis dan tidak mengizinkan kelompok atau orang yang terlibat aktivitas teroris , atau menyampaikan dukungan kepada terorisme.

“Kami telah banyak menginvestasikan tim spesiliasi, kemitraan ahli, dan teknologi baru untuk mengidentifikasi, meninjau, dan menghapus konten ekstrimis,” ujar juru bicara Facebook.

Namun tidak ada penjelasan mengapa Facebook tidak merespons berbagai laporan yang disampaikan ke Facebook tentang pemilik akun yang telah disebut namanya sebagai orang atau organisasi penyebar kebencian agama dan anti-semit. (tempo)

 

Share |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!